Menghadapi si kecil
MAKIN DEKAT DENGAN BAYI ANDA
Sejak lahir, bayi dapat membedakan aroma dan suara anda, dan memperhatikan keberadaan anda diumur 2 bulan dimana bayi mulai memberikan senyumnya pada anda. Mulanya bayi hanya dapat mengenali anda ketika berada di tempat yang familiar, contohnya kamar tidur, tapi diumur 4 - 5 bulan dapat sepenuhnya mengenali anda. Beberapa hal yang dapat anda lakukan di saat seperti ini adalah :
- Berikan senyum kepadanya ketika anda berpandangan dengannya : Cara ini selain mendekatkan hubungan anda dengannya, juga membantunya mengingat kesan yang baik pada anda. Tapi jangan kecewa jika dia cepat memalingkan pandangannya, sebab bayi belum dapat memperhatikan sesuatu dalam waktu lama.
- Bermain “Ciluk Ba” : Permainan ini membuat dia selalu memperoleh kesan yang menyenangkan tentang anda.
AGAR BAYI TETAP HANGAT
Bayi belum dapat menyesuaikan suhu tubuhnya dengan lingkungan sekitar. Agar bayi anda tetap hangat, lakukanlah hal-hal berikut :
- Ketika di luar rumah : Pakaikan topi, jaket, dan selimut pada bayi anda, juga gendonglah dia. Pilih topi yang menutup telinga dan tidak mudah lepas. Jaket yang dipakai jangan terlalu tebal. Selimut dipasang dibagian luar, untuk menghangatkan bagian kakinya cukup dengan selembar selimut. Jika anda memasang selimut dalam gendongan atau sabuk pengaman, ikatan menjadi longgar. Suhu tubuh anda otomatis akan menghangatkan dia pada saat anda menggendongnya.
- Ketika di tempat tidur : Pakaikan pakaian yang nyaman (yang menyerap keringat untuk bayi anda karena dengan demikian bayi akan lebih mudah tidur nyenyak. Selembar selimut dengan bahan acrilic sintetis sudah memberi kehangatan pada bayi anda. Jauhkan bantal dan selimut yang ukurannya terlalu besar untuk ukuran tubuhnya.
SAAT MAKAN MENJADI SAAT YAN MENYENANGKAN
Biasanya anak-anak tidak menyukai saat makan. Bagaimana membuat saat makan menjadi saat yang menyenagkan bagi si kecil? Beberapa cara yang dapat anda lakukan antara lain :
- Libatkan si kecil : Ajak dia menyiapkan makanan untuknya, misalnya dengan memintanya mengambilkan piring atau sendok yang akan digunakannya pada saat makan.
- Siapkan peralatan makan yang disukainya : Anda juga bisa menyiapkan mainan khusus yang hanya boleh dimainkan saat makan.
- Siapkan pendamping : Siapkan apa saja yang membuat anak lebih mudah makan, misalnya mainan, tisu, kerupuk, dll.
- Jangan malu-malu : Nyanyikan lagu atau lakukan sesuatu yang membuat anak senang pada saat makan.
- Manfaatkan ayah : Ayah bisa membantu mengalihkan perhatiannya saat anda menyuapkan makanan ke mulut si kecil.
AJAK SI KECIL BERBICARA
Sejak umur 2 tahun, bahkan sebelumnya, si kecil mulai dapat mengucapkan kalimat yang mudah untuk mengungkapkan yang dirasakannya. Anda dapat menerapkan hal-hal berikut untuk mengajarkan cara berbicara kepadanya :
- Berbicara dengannya : Si kecil menggunakan anda sebagai contoh untuk ditirunya. Ucapkan sesuatu atau beri pertanyaan pada si kecil, lalu beri dia kesempatan untuk meniru atau menjawabnya.
- Bacakan cerita untuknya : Bacakan cerita kesayangannya berulang - ulang, maka anak dapat mengingat susunan kata yang dibutuhkannya dalam percakapan.
- Bersabar : Jika anda telah berusaha sebaik-baiknya untuk mengajarkan anak berbicara, tapi anak belum bisa paham yang harus dilakukannya, jangan khawatir..teruslah melatihnya dengan penuh kesabaran.
MENGAJARI ANAK SOPAN SANTUN
Sikap sopan dalam menerima sesutu dapat diajarkan pada anak sejak masih kecil. Bagaimana perasaan anda jika anak kurang menyukai atau bahkan tidak menghargai yang anda berikan padanya? Tidak semua orang dapat dengan mudah memahami bagaimana cara menerima sesuatu dengan baik.
- Berlatih bersikap sopan : Jika anak memperoleh sesuatu yang tidak sesuai dengan harapannya, anak tetap harus berterima kasih atas apa yang telah diterimanya. Biasakan anak mengucapkan terima kasih untuk apa pun yang diterimanya.
- Jangan membandingkan : Anak perlu tahu bahwa jika dia tidak seharusnya bersikap buruk karena tidak mendapat sesuatu yang sama dengan temannya, misalnya anak mendapat bola sedangkan temannya mendapat mobil-mobilan.
- Libatkan anak : Jika anda membeli hadiah untuk siapa pun, ajak anak untuk membantu memilih hadiah serta memintanya untuk memberikan hadiah tadi kepada orang yang dituju.. Cara ini secara tidak langsung membiasakan anak memahami bagaimana sulitnya dan bagaimana rasanya memberikan sesuatu untuk orang lain, jadi jika ada yang memberi sesuatu kepadanya maka anak akan lebih menghargai.
JIKA ANAK MARAH
Kemarahan pada anak dapat dipicu oleh ketidakmampuan anak dalam menyampaikan keinginan dan perasaannya. Makin anda berusaha agar anak mengungkapkan, maka anak akan makin bingung, bisa jadi anak makin emosional. Hal-hal yang dapat anda lakukan :
- Cegah sebelum terjadi : Kenali gejalanya sebelum kemarahan anak memuncak dan sulit dikontrol. Tenangkn anak sebelum emosinya meledak.
- Alihkan perhatiannya : Perhatian anak dapat dialihkan pada benda favoritnya, misalnya mainan, buku, dll.
- Bicara padanya : Bicara dengan nada lembut dan tenang serta yakinkan bahwa dia baik–baik saja, lakukan sampai anak dapat mengontrol emosinya. Berikan juga pelukan padanya, dan biarkan anak menangis sampai tenang jika dia ingin menangis.
- Ajak anak bicara : Setelah anak tenang, jelaskan padanya bahwa anda paham apa yang ingin diungkapkannya dan tidak apa–apa jika sesekali dia merasa kesal. Jika anda mengatakan bahwa yang dirasakannya itu tidak seharusnya dia rasakan, hal ini akan membuat anak merasa semakin tidak nyaman.
- Tetap bersikap tenang : Jika anda tetap dapat bersikap tenang, maka anda akan lebih mudah dalam menghadapi anak.
TIDUR ITU PENTING!
Pola tidur si kecil ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan system saraf pusatnya, dan akan membentuk pola tidurnya jika dewasa. Perkembangan pola tidur sudah mulai dibentuk pada bagin otak atau saraf yang sudah ada sesaat setelah bayi lahir. Pola tidur yang kurang baik atau sering mengalami insomnia menyebabkan tubuh cepat lelah, emosi tidak stabil (mudah tersinggung), pengambilan keputusan tidak bijaksana, dan berbagai masalah kesehatan lainnya gara–gara tubuh kurang istirahat.
BELAJAR SPORTIF
Si kecil kecewa karena gagal meraih sesuatu padahal sudah berusaha keras? Walaupun kecewa, anak harus belajar sportif tanpa merendahkan harga dirinya atau membenci pihak yang menang. Beberapa cara melatih anak bersikap sportif :
- Kemampuan empati : Dia mulai paham marah saat kalah bisa menyakiti perasaan teman yang menang. Tanyakan padanya bagaimana perasaannya jika orang lain marah ketika dia menang. Jelaskan pada anak, reaksi sedih dan kecewa ketika kalah itu wajar, tapi tidak perlu menyakiti perasaan orang lain dengan sikapnya itu.
- Bermain kooperatif : Ajak anak dalam permainan nonkompetitif. Kegiatan ini melatih si kecil belajar bekerja sama dan bermain bersama orang lain dal tim.
- Menghargai usaha anak : Jangan membahas apakah anak kalah atau menang dalam suatu permainan. Lebih baik tanyakan apakah dia senang saat bermain sepeda, daripada anda menanyakan siapa yang lebih cepat mengayuh sepeda.
- Kenalkan menang dan kalah dengan tepat : Bila dia menang tidak boleh sombong atau mengejek teman yang kalah, dan bila dia kalah harus bisa menerima kekalahannya dengan memberi selamat pada teman yang menang serta tidak marah-marah.
BELAJAR MENGONTROL DIRI
Anak usia 4 tahun semakin ekspresif. Dia mampu menampilkan ciri khasnya saat kesal dan marah. Latihlah kontrol dirinya saat dia dalam suasana hati yang tidak menyenangkan dengan cara :
- Bicara pada diri sendiri (self talk) di dalam hati : Ajak ank mengusir rasa kesalnya dengan mengucapkan pesan positif untuk dirinya sendiri.
- Mengalihkan rasa marah : Jika anak masih marah, ajak dia menggambar di kertas, lalu “buang rasa marah” itu dengan merobek-robek kertas tersebut.
- Mengontrol napas : Minta si kecil menghirup napas, tahan sejenak dalam 2 hitungan, lalu hembuskan napas perlahan-lahan. Lakukan secukupnya di situasi menyenangkan, sampai anak lupa dia sedang marah.
- MENGHADAPI KOMPETITOR CILIK
Masa kompetitif menjadi bagian tahap perkembangan anak. Perlu bimbingan agar si kecil melalui masa itu dengan baik.
Bila anak mengatakan sesuatu yang tidak menyenagkan pada temannya, anda perlu menjelaskan tidak seharusnya dia mengatakannya. Saat menyampaikan pada anak, lakukan saat hanya berdua agar anak tidak malu.
Bila usaha anak bagus dan dia berhasil memenangkan kompetisi, berilah pujian padanya.
Mengakui kehebatan si kecil bukan berarti dia boleh sombong. Jelaskan pada anak bahwa tidak perlu menyombongkan diri walaupun dirinya hebat.



No Comments
RSS feed for comments on this post.